Curiga, Gelisah, Memanas…, Mutu Seragam Dibawah Standar, Wali Murid SMKN 10 Merangin Minta Penjelasan Kepala Sekolah

Terkini 01 Sep 2026 07:46 3 min read 408 views By Rudianto
Curiga, Gelisah, Memanas…,  Mutu Seragam Dibawah Standar, Wali Murid SMKN 10 Merangin Minta Penjelasan Kepala Sekolah
Issu pengadaan seragam sekolah di SMKN 10 Merangin semakin memanas dan menjadi sorotan public. Disatu sisi orang tua wali murid merasa gelisah, curiga kualitas di bawah standar, dan sistem ukur tak jelas. Di sisi lain, Kepala Sekolah memberikan penjelasan tegas sekaligus mengajak transparansi langsung. Namun pertanyaan-pertanyaan penting masih menuntut jawaban nyata.

Lidikperistiwahukum, MERANGIN — Issu pengadaan seragam sekolah di SMKN 10 Merangin semakin memanas dan menjadi sorotan public. Disatu sisi orang tua wali murid merasa gelisah, curiga kualitas di bawah standar, dan sistem ukur tak jelas. Di sisi lain, Kepala Sekolah memberikan penjelasan tegas sekaligus mengajak transparansi langsung. Namun pertanyaan-pertanyaan penting masih menuntut jawaban nyata.

Kekhawatiran orang tua semakin memuncak. Dua wali murid, DA dan ZT, menyampaikan kecurigaan mereka kepada awak media, Senin (31/01) di SMKN 10 Merangin.

"Dengan penjahit siapa baju anak kami ini diukur? Dasar kainnya apa? Jangan-jangan baju kodiyan juga yang dikasih ke anak kami! Tahun kemarin sudah dengar cerita seperti ini banyak baju kodiyan, banyak yang tidak pas di badan anak-anak murid di sini! Bayar mahal, tapi kualitas yang didapat jauh dari memuaskan."

 Bahkan sistem pengukuran pun menjadi tanda tanya besar:

"Setahu kami hanya sebagian yang diukur. Selebihnya bagaimana sistem ukurnya? Kami jadi bingung!"

Kepala Sekolah SMKN 10 Merangin Menjelaskan

Menanggapi gelombang keluhan tersebut, Kepala Sekolah SMKN 10 Merangin, Bapak As'ad, SE., memberikan penjelasan tegas:

"Sebenarnya panitia sudah dipanggil dan sudah ada penjelasan bahwa SEMUA pakaian DIUKUR. Ada buktinya pakaian yang sudah selesai  baju olahraga, OSIS, dan almamater karena didesak untuk kegiatan 17 Agustus. Yang lain belum selesai, jadi bagaimana bisa disebut baju kodiyan? Kalau kodiyan pasti langsung terlihat!"

Beliau juga mengajak keterbukaan dan menghindari fitnah:

"Agar tidak timbul fitnah, siapa wali murid yang mengeluh suruh datang LANGSUNG ke sekolah. Biar semua clear and clear, tidak ada dusta di antara kita. Apalagi saya baru dilantik, tentu ingin berjalan damai dan kondusif."

 Pihak penegak hukum di Merangin yang enggan disebut namanya tetap menegaskan pentingnya pembuktian di lapangan:

"Masalah pengadaan seragam ini perlu diselidiki lebih mendalam. Apakah kecurigaan wali murid benar atau tidak? Kalau terbukti ada penyimpangan, pihak sekolah harus bertanggung jawab secara hukum karena sudah merugikan wali murid dan mencoreng nama baik dunia pendidikan!"

"Wali murid bayar mahal tapi hasil tak memuaskan. Ingat, ini baru dugaan. Harus dibuktikan di lapangan ada penyimpangan atau tidak, harus diselidiki sampai tuntas!"

 

5 PERTANYAAN KUNCI YANG MASIH MENUNGGU JAWABAN NYATA:

 

- Siapa penjahit yang ditunjuk? Apakah melalui proses terbuka dan transparan?

- Jenis & kualitas kain apa yang digunakan? Apakah sesuai harga yang dibayarkan wali murid?

- Apakah ada unsur pemaksaan? Apakah wali murid bebas memilih penjahit/beli sendiri?

- Di mana rincian biaya? Ada laporan pertanggungjawaban yang bisa diakses wali murid?

- Semua benar-benar diukur satu per satu? Bagaimana bukti fisiknya bisa dilihat wali murid?

 

AJAKAN TRANSPARANSI SEMUA PIHAK HARUS TERBUKA!

Kepala Sekolah sudah mengundang wali murid yang mengeluh untuk datang langsung ke sekolah. Ini langkah yang positif.

Reporter : Rudianto

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Recent Articles